KLATEN — Pernikahan bukan sekadar menemukan pasangan hidup, melainkan juga membutuhkan kesiapan mental, emosional, dan finansial untuk membangun rumah tangga yang harmonis. Pesan tersebut menjadi salah satu fokus dalam Seminar Generus Usia Mandiri Kabupaten Klaten 2026 bertema “Siap Usia, Matang Jiwa, Menikah Barokah, Jadi Keluarga SAMAWA” yang digelar di Aula Pondok Pesantren Al Madinah Klaten, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan yang diikuti 120 generasi penerus (generus) usia mandiri Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Klaten ini menjadi sarana pembelajaran sekaligus mempererat silaturahmi bagi generasi muda yang tengah mempersiapkan diri menuju jenjang pernikahan. Kegiatan tersebut juga dihadiri dewan penasihat, pengurus DPD LDII Kabupaten Klaten, serta para pembina generus usia mandiri.
Seminar diawali dengan sesi motivasi pernikahan yang disampaikan Amin Widodo, S.Pd., M.Pd. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah (SAMAWA) tidak cukup dibangun hanya berlandaskan cinta. Diperlukan pula kesiapan mental, kemandirian finansial, dan kematangan emosional dari masing-masing calon pasangan.
“Pernikahan bukan sekadar tentang resepsi yang indah, melainkan awal dari perjalanan panjang yang membutuhkan kesiapan matang. Karena itu, generasi muda perlu mempersiapkan diri agar mampu menjalani kehidupan rumah tangga dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Menurut Amin, seminar pranikah juga menjadi salah satu upaya preventif untuk membentengi generasi muda dari pergaulan bebas. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan peserta mengenai pentingnya komitmen, kedewasaan, serta pemahaman terhadap peran dan tanggung jawab masing-masing pasangan dalam membangun rumah tangga.
Suasana seminar semakin semarak dengan penampilan teatrikal bertema pernikahan yang dibawakan panitia. Acara kemudian dilanjutkan dengan Forum Diskusi Kelompok (FDK), yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertukar pandangan, membahas berbagai persoalan seputar pernikahan, serta memahami pentingnya komunikasi dan kesamaan visi dalam kehidupan berumah tangga.
Ketua Panitia, Candra Sugianto, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia serta dukungan berbagai pihak yang turut menyukseskan penyelenggaraan seminar.
“Alhamdulillah, kegiatan berjalan sukses. Kami menerima tanggapan positif dari peserta yang merasa seminar ini sangat membantu anak muda dalam mempersiapkan pernikahan. Kami berharap kegiatan ini menjadi ikhtiar untuk melancarkan pernikahan, khususnya di Kabupaten Klaten,” ungkapnya.
Candra juga mengapresiasi antusiasme tamu dari wilayah Solo Selatan yang menilai kegiatan tersebut sebagai sebuah inovasi positif. Salah satu hal yang menarik perhatian ialah pendekatan pencarian pasangan melalui proses ta’aruf yang dikemas dalam rangkaian seminar, termasuk mekanisme pemilihan calon pasangan secara daring.
Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan tidak hanya siap dari segi usia, tetapi juga memiliki kematangan berpikir, mampu menjaga pergaulan sesuai dengan nilai-nilai Islam, serta memahami tanggung jawab dalam kehidupan berumah tangga.
Seminar Generus Usia Mandiri Klaten 2026 menjadi pengingat bahwa ta’aruf bukan sekadar proses mengenal calon pasangan, melainkan bagian dari ikhtiar untuk mewujudkan pernikahan yang diridai Allah SWT. Dengan mempersiapkan diri secara matang, membangun komunikasi yang baik, dan menanamkan niat untuk membina keluarga dalam kebaikan, generasi muda diharapkan mampu mewujudkan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah serta membawa keberkahan bagi keluarga dan lingkungan sekitar.
(Rizal PM)



