Sarolangun – PERSINAS ASAD Provinsi Jambi menunjukkan kontribusinya dalam menyukseskan Kejuaraan Pencak Silat Sarolangun Challenge 2026. Selain mengirimkan 75 pesilat terbaik dari kelompok usia dini hingga dewasa, perguruan tersebut juga berkontribusi dengan ditugaskannya wasit dan juri berlisensi yang dipercaya IPSI untuk membantu kelancaran pertandingan.
Kejuaraan yang memperebutkan Piala Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) itu resmi dibuka oleh Wakil Bupati Sarolangun, Gerry Trisatwika, S.E., di Tenis Indoor GOR Sarolangun, Jumat (16/10/2026). Ajang yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti 678 peserta dari berbagai kelompok usia dan kategori pertandingan.
Keterlibatan PERSINAS ASAD Jambi tidak hanya berfokus pada pencapaian prestasi atlet, tetapi juga pada dukungan terhadap penyelenggaraan kompetisi yang profesional, tertib, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Lima wasit dan juri dari PERSINAS ASAD Jambi mendapat penugasan dari IPSI dalam kejuaraan tersebut. Mereka adalah Muhaimin, S.H., pemegang lisensi internasional; Sulton Aulia dan Areys Husnul Hakim, pemegang lisensi daerah; serta Ibnu Sabilliyana Ridwansyah dan Fadhli, pemegang lisensi cabang.
Penugasan tersebut menjadi bentuk kontribusi sumber daya manusia PERSINAS ASAD Jambi dalam mendukung jalannya pertandingan. Kehadiran perangkat pertandingan yang memiliki lisensi sesuai jenjangnya diharapkan turut menjaga kualitas pelaksanaan kejuaraan, termasuk penerapan peraturan dan penilaian yang objektif.
Salah satu Wasit Juri PERSINAS ASAD Jambi, Areys Husnul Hakim, mengatakan unsur Wasit Juri dalam Sarolangun Challenge 2026 merupakan bagian dari pembinaan pesilat secara berjenjang.
“PERSINAS ASAD Jambi hadir tidak hanya untuk memberikan kesempatan kepada 75 pesilat kami untuk bertanding dan meraih prestasi, tetapi juga turut mendukung kesuksesan penyelenggaraan kejuaraan melalui penugasan wasit dan juri. Kami berharap seluruh pesilat dapat bertanding dengan maksimal, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman untuk meningkatkan kualitas diri,” ujar Areys.
Ia menambahkan, keberhasilan sebuah kejuaraan tidak hanya diukur dari banyaknya peserta atau raihan medali, tetapi juga dari kualitas pertandingan, kedisiplinan atlet, serta profesionalisme seluruh pihak yang terlibat.
Sementara itu, Wakil Bupati Sarolangun, Gerry Trisatwika, S.E., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sarolangun Challenge 2026 diharapkan menjadi wadah pembinaan atlet sekaligus kesempatan bagi para pesilat untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi.
“Antusiasme peserta sangat luar biasa. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini, kita dapat membina para atlet sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk meraih prestasi. Kami berharap atlet-atlet yang bertanding dapat menunjukkan kemampuan terbaik dan mengharumkan nama daerah, tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga hingga tingkat nasional,” ungkap Gerry.
Kejuaraan tersebut turut dihadiri perwakilan Pengprov IPSI Jambi, Zulyadin, selaku Komisi Disiplin, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sarolangun, Ketua KONI Sarolangun, Ketua IPSI Sarolangun, serta tim delegasi teknik dan perangkat pertandingan. Wasit dan juri dari Bengkulu dan Sumatera Selatan juga dilibatkan untuk membantu kelancaran kompetisi.
Pembukaan kejuaraan ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati Sarolangun. Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta akan bertanding dalam sejumlah kategori, mulai dari prausia dini, usia dini, praremaja, prestasi, hingga dewasa.
Melalui keikutsertaan pesilat dan kontribusi wasit-juri, PERSINAS ASAD Jambi berharap Sarolangun Challenge 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan pencak silat di Provinsi Jambi. Sinergi antara perguruan, IPSI, pemerintah daerah, dan seluruh unsur penyelenggara diharapkan mampu melahirkan atlet berprestasi sekaligus meningkatkan kualitas kompetisi pencak silat di daerah.*(ARS).


