JAMBI — Humas PERSINAS ASAD Provinsi Jambi Wanito, yang juga merupakan perwakilan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, mengikuti Webinar Humas dan Media Nasional yang diselenggarakan Departemen Humas, Media dan Sponsorship Pengurus Besar (PB) PERSINAS ASAD pada Minggu (1/11/2026). Kegiatan tersebut berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting.
Webinar ini mengangkat tema "Jurnalisme Sat-Set: Bikin Berita Akurat & Cepat Pakai AI". Kegiatan digelar pukul 09.00–12.00 WIB dan melibatkan jajaran Humas, Media dan Sponsorship PERSINAS ASAD tingkat provinsi, kabupaten/kota, serta media partner dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam pemaparannya, Ketua Departemen Humas, Media dan Sponsorship PB PERSINAS ASAD, H. Abdul Soleh, menyampaikan pentingnya kemampuan insan jurnalistik beradaptasi dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, AI merupakan alat bantu yang dapat mempermudah pekerjaan jurnalistik, mulai dari pengolahan informasi hingga penyusunan berita.
"AI merupakan alat bantu yang dapat mempermudah pekerjaan jurnalistik, mulai dari pengolahan informasi hingga penyusunan berita. Namun, penggunaannya harus tetap berada di bawah kendali jurnalis melalui pemberian instruksi atau prompt yang tepat, sesuai fakta dan kondisi nyata di lapangan," ujar H. Abdul Soleh.
Ia juga mengingatkan agar jurnalis tidak langsung mempercayai seluruh hasil yang dihasilkan AI. Setiap informasi dan tulisan harus diperiksa kembali karena teknologi tersebut memiliki keterbatasan dan berpotensi menghasilkan informasi yang tidak sesuai fakta atau mengalami halusinasi.
"Jangan langsung percaya pada seluruh hasil AI. Setiap informasi dan tulisan harus diperiksa kembali karena teknologi ini memiliki keterbatasan dan berpotensi menghasilkan informasi yang tidak sesuai fakta," tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua (Pengprov) PERSINAS ASAD Jambi H. Wahyudi, SE., menekankan pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan teknologi, penyampaian fakta, dan etika dalam berjurnalistik. Pesan tersebut disampaikannya ke Humas ASAD Jambi melalui sambungan WhatsApp.
"Mari kita jadikan AI sebagai alat untuk mempercepat karya, jurnalistik sebagai sarana menyampaikan fakta, dan etika sebagai landasan utama dalam menyampaikan berita. Dengan demikian, kita dapat mewujudkan jurnalistik yang bukan hanya SATSET (cepat), tetapi juga tepat, akurat, beretika, dan dapat dipercaya," ucap Wahyudi.
Menanggapi kegiatan tersebut, Wanito mendukung langkah PB PERSINAS ASAD melalui Departemen Humas, Media dan Sponsorship yang terus berupaya meningkatkan kapasitas dan profesionalitas insan humas serta media di lingkungan organisasi. Menurutnya, pelatihan semacam ini penting agar insan humas mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa mengabaikan prinsip akurasi dan verifikasi.
Webinar ini menjadi wadah bagi para peserta dari berbagai daerah untuk memperdalam pemahaman tentang pemanfaatan AI dalam kerja jurnalistik, sekaligus memperkuat jejaring antarinsan humas dan media di lingkungan PERSINAS ASAD. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan insan humas dan media semakin siap menghadapi tantangan era digital dengan tetap menjunjung tinggi etika dan akurasi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, (Humas PERSINAS ASAD Jambi).

