Sabtu Malam Bukan untuk Bermalasan: Di Padepokan Itu, Para Pendekar ASAD "Nge-charge" Ulang Jurus

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sabtu Malam Bukan untuk Bermalasan: Di Padepokan Itu, Para Pendekar ASAD "Nge-charge" Ulang Jurus

Sabtu, 06 Juni 2026 Last Updated 2026-06-06T14:58:15Z


Kota Jambi – Puluhan pendekar dari setiap padepokan PERSINAS ASAD se-Kota Jambi berkumpul di Padepokan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, pada Sabtu (6/6/2026) malam. Mereka tak sekadar bertemu, melainkan mengikuti Latihan Bersama yang dirancang khusus untuk merefresh jurus dan teori bagi para pelatih.


Kegiatan yang digagas oleh Pengurus PERSINAS ASAD Kota Jambi ini merupakan rutinitas bulanan. Namun, latihan kali ini memiliki arti tersendiri karena menjadi pemanasan sebelum gelaran latihan bersama serentak untuk seluruh warga ASAD yang dijadwalkan pada Senin (8/6) besok.



Ketua Pengkot PERSINAS ASAD, Qurota Akyun, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk menyyukuri nikmat keamanan di Tanah Air. "Kita harus bersyukur, hidup di negara yang aman, tidak ada konflik, sehingga lancar beribadah. Walaupun seperti itu, kita tidak boleh lengah. Latihan pencak silat Karus harus selalu dirutinkan, termasuk malam hari ini," ujarnya dengan suara khas pengayom.


Akyun tak menyembunyikan rasa bangganya. Menurutnya, program latihan bersama sebulan sekali yang menjangkau seluruh warga ASAD se-Kota Jambi bisa bertahan hingga tahun keempat adalah sebuah pencapaian luar biasa. "Kami sangat bangga, kegiatan latihan serentak warga ASAD berjalan lancar hingga menginjak tahun ke-4. Ini bukti kekompakan kita," tambahnya di hadapan para peserta yang memenuhi padepokan.



Acara yang berlangsung khidmat tersebut juga turut dihadiri Dewan Pembina Provinsi, H. Ma'ruf, S.Pd., serta Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Jambi, H. Wahyudi, SE. Kehadiran para sesepuh ini menjadi suntikan moral bagi generasi pendekar muda.


H. Ma’ruf, yang dikenal sebagai sosok senior yang sempat menjabat Ketua Pengprov PERSINAS ASAD pertama kali saat organisasi ini berdiri di Jambi pada 1992, memberikan wejangan pendek namun menusuk. "Supaya tetap semangat. Jangan ragu-ragu dalam beramal saleh," tegasnya.


Pesan itu seolah menjadi penutup yang menguatkan. Di tengah suasana yang aman dan damai, para pendekar ASAD memilih untuk terus bergerak, berlatih, dan menjaga warisan budaya tanpa pernah lengah.*(ARS).

×
Berita Terbaru Update