Tebo – Pengurus Kabupaten (Pengkab) PERSINAS ASAD Tebo menggelar silaturahmi dengan jajaran pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Tebo, Rabu (8/4/2026). Pertemuan yang berlangsung di Pendopo Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Tebo ini bertujuan mempererat hubungan kedua organisasi sekaligus memperkenalkan struktur kepengurusan PERSINAS ASAD yang baru.
Dalam pertemuan tersebut, rombongan PERSINAS ASAD dipimpin langsung oleh Ketua H. Maryadi, didampingi Dewan Pembina Daerah H. Tukiman, serta Dewan Pembina Kabupaten Surono. Mereka disambut langsung oleh Ketua IPSI Kabupaten Tebo, Sutikno, Sekretaris Karsanak, serta Ketua Harian sekaligus Wasit Juri Internasional, Muklisin. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai dialog yang berlangsung lebih dari dua jam itu.
Ketua IPSI Kabupaten Tebo, Sutikno, menyambut baik kedatangan pengurus PERSINAS ASAD. Ia berharap organisasi yang dinakhodai H. Maryadi itu dapat ikut berkontribusi nyata dalam pembinaan atlet muda Tebo. “Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi PERSINAS ASAD. Mari bersama-sama mencetak atlet-atlet berprestasi dan memajukan olahraga pencak silat di Bumi Tebo. Ini bukan hanya soal juara, tapi juga melestarikan budaya bangsa sebagai benteng pertahanan karakter,” ujar Sutikno dengan tegas.
Sementara itu, Ketua PERSINAS ASAD Tebo, H. Maryadi, mengungkapkan rasa syukur atas sambutan hangat dari pihak IPSI. Ia menegaskan bahwa pihaknya siap bersinergi dan mengembangkan potensi atlet binaannya sesuai jenjang masing-masing.
“Kami ingin ASAD tidak sekadar menjadi organisasi, tetapi benar-benar menjadi rumah bagi para pesilat Tebo. Sinergi dengan IPSI adalah langkah strategis agar pembinaan lebih terarah dan berkelanjutan,” tutur Maryadi.
Sekretaris IPSI, Karsanak, menambahkan bahwa kolaborasi antarperguruan dan organisasi sangat penting untuk menghindari tumpang tindih program. “Dengan komunikasi yang baik, prestasi pencak silat Tebo bisa melesat. Kami sudah melihat semangat dari pengurus baru ASAD, ini modal besar,” katanya.
Audiensi yang berlangsung penuh kekeluargaan itu ditutup dengan komitmen bersama untuk segera menyusun program kolaboratif, mulai dari pelatihan rutin, uji kenaikan jenjang, hingga keikutsertaan dalam even-even resmi IPSI. Kedua pihak sepakat bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, melainkan juga benteng moral dan identitas bangsa.



