Jambi – Musyawarah Nasional (MUNAS) VI PERSINAS ASAD Tahun 2026 telah menetapkan kepengurusan baru secara aklamasi. Marsma TNI (Purn) H. Sukur terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) periode 2026–2031, didampingi Weda Hendragiri, S.Pd., MM sebagai Sekretaris Umum dan Ridhan Nandari, S.Pd., SE sebagai Bendahara Umum. Kamis (8/1).
Dalam sambutannya, Ketua Umum terpilih H. Sukur menyatakan komitmennya untuk memajukan organisasi secara kolektif dengan mengedepankan musyawarah dan sinergi antara pusat dan daerah. “Keberhasilan pembinaan pencak silat ASAD hanya dapat dicapai melalui soliditas, kekompakan, dan mekanisme organisasi yang konsisten,” tegasnya.
Merespon terpilihnya kepemimpinan baru ini, saat dihubungi tim Promar jambi, pada Sabtu (10/1) di Kompleks Yayasan Tawakal, Kota Jambi, Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PERSINAS ASAD Jambi, H. Wahyudi, SE., menyampaikan dukungan penuh dan optimisme yang tinggi. “Atas nama seluruh pengurus, pelatih, dan atlet PERSINAS ASAD Jambi, kami menyambut baik dan mendukung penuh kepemimpinan Bapak H. Sukur. Ini adalah momentum untuk menyatukan langkah dan energi lebih besar,” ujarnya.
Lebih lanjut, H. Wahyudi menegaskan kesiapan Pengprov PERSINAS ASAD Jambi untuk berperan aktif dalam setiap program nasional, khususnya yang mengarah pada peningkatan prestasi di kancah internasional. “Kami di Jambi siap memaksimalkan pembinaan atlet secara berjenjang dan profesional. Target kami jelas, menyiapkan bibit-bibit jawara yang tidak hanya mengharumkan nama Jambi, tetapi juga bisa bersaing di level dunia. Kami berkomitmen penuh untuk berkontribusi dalam ‘road to Olympics’ yang menjadi cita-cita besar PERSINAS ASAD dan pencak silat Indonesia,” paparnya penuh semangat.
Dukungan dari Pengprov Jambi ini sejalan dengan harapan H. Sukur yang mengakui peran krusial pengurus daerah. Ia menekankan bahwa keberhasilan organisasi sangat bergantung pada kerja sama, komunikasi, dan pelaksanaan program yang solid di seluruh tingkatan.
Dengan semangat kebersamaan yang baru, PERSINAS ASAD dibawah kepemimpinan baru bertekad untuk memperkuat pondasi organisasi dan mendorong pencapaian prestasi, membawa seni bela diri pencak silat Indonesia semakin diakui, termasuk pada ajang Olimpiade di masa depan.

