TANJAB BARAT - Ketua Senkom Mitra Polri Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Walidi, bersama anggota SAR Senkom, DMPA/ Masyarakat Peduli Api Desa Delima, dan Sanggar Alam Delima (SAD) kembali melaksanakan patroli Karhutla di kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) Sungai Bram Itam, pada Rabu (19/8/2026). Patroli ini dilakukan untuk memantau kondisi pasca kebakaran yang terjadi beberapa hari sebelumnya.
Dalam patroli tersebut, tim kembali menemukan titik api di lokasi pendinginan pasca kebakaran tanggal 15 Agustus 2026. Dengan peralatan seadanya, tim segera melakukan pemadaman menggunakan ember untuk mencegah api meluas ke area lain.
Walidi menyoroti minimnya rasa tanggung jawab dari para pemilik kebun yang beraktivitas di kawasan HLG tersebut. Ia menyayangkan bahwa hingga saat ini belum ada satu pun penggarap lahan yang turun membantu memadamkan api.
"Kami berharap para pemilik kebun ini bisa kompak. Kalau ada kebakaran, hendaknya cepat mengambil tindakan pemadaman. Jika tidak mampu, laporkan dan minta bantuan, bukan malah sembunyi," ujar Walidi dengan tegas.
Ia menambahkan bahwa keterlambatan penanganan akan memperbesar masalah dari segi materi maupun hukum. "Bila api cepat padam, masalah tidak akan berlarut-larut. Namun jika mereka tidak memiliki itikad baik dan api membesar, maka dampaknya akan semakin luas," tambahnya.
Walidi juga menyampaikan apresiasi kepada tim patroli yang telah bekerja keras. "Terima kasih kepada rekan-rekan semua atas kontribusinya dalam kegiatan patroli Karhutla ini. Semoga Yang Maha Kuasa membalas kebaikan rekan-rekan semuanya di dunia dan akhirat," ucapnya.
Sekitar pukul 14.00 WIB, saat tim hendak meninggalkan lokasi karena kelelahan dan kelaparan, mereka bertemu dengan rombongan dari Dinas Kehutanan Jambi dan RPK PT WKS. Tim kemudian kembali masuk ke lokasi untuk mendampingi Dinas Kehutanan melakukan pengecekan dan pemantauan lebih lanjut.*(ABD).
