MERANGIN, [TRILOGI.NEWS] – Pengurus Provinsi (Pengprov) PERSINAS ASAD Jambi menggelar kegiatan konsolidasi organisasi selama dua hari, pada Jumat hingga Sabtu (26-27/6/2026), di Gedung Yayasan Miftahul Huda, Desa Mentawak, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh Dewan Pembina Provinsi, jajaran Pengurus Harian, serta Ketua dan Sekretaris PERSINAS ASAD dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Jambi. Konsolidasi ini menjadi momentum strategis untuk menyamakan visi, memperkuat program kerja tahun 2026, serta melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap kinerja pengurus di tingkat kabupaten dan kota.
Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Jambi, H. Wahyudi, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wadah untuk merajut kebersamaan dan memperkokoh tali silaturahmi antarpengurus. Ia mendorong seluruh jajaran untuk menjalin hubungan intensif dengan pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di daerah serta perguruan lainnya.
"Menjalin silaturahmi dengan Pengurus IPSI dan perguruan pencak silat lain sangat penting untuk merajut kebersamaan dalam menjaga warisan budaya bangsa," ujar H. Wahyudi.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antarperguruan dan induk organisasi. Menurutnya, hal tersebut menjadi kunci utama dalam melestarikan pencak silat sekaligus mengangkat prestasi olahraga bela diri di kancah nasional.
Sekretaris Umum Pengurus Besar PERSINAS ASAD, Weda Hendragiri, S.Pd., turut memberikan pengarahan melalui sambungan telepon. Dalam arahannya, ia menyampaikan sejumlah poin strategis yang harus segera diimplementasikan.
Pertama, organisasi PERSINAS ASAD di setiap tingkatan daerah agar masuk dalam laporan resmi di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) setempat. Kedua, pengenalan organisasi kepada berbagai instansi dan perguruan lain dinilai akan memperlancar jalannya roda organisasi serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Ketiga, prestasi di bidang pencak silat diyakini mampu meningkatkan pamor dan kredibilitas organisasi di mata publik.
Salah satu pengarahan menarik yang disampaikan adalah tentang penggodokan salam pembuka untuk para atlet. "PB PERSINAS ASAD sedang menggodok salam pembuka untuk atlet-atlet yang akan berlaga. Tidak hanya satu, mungkin bisa sampai 14 macam salam pembuka, untuk menunjukkan khasanah ilmu beladiri dalam PERSINAS ASAD," ungkap Weda.
Inovasi ini diharapkan menjadi ciri khas sekaligus bentuk penghormatan terhadap kekayaan teknik dan filosofi bela diri yang diajarkan dalam perguruan PERSINAS ASAD.
Konsolidasi yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan ini juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi capaian program sepanjang tahun 2025 serta merancang langkah-langkah strategis ke depan. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi diskusi, menunjukkan komitmen tinggi dalam memajukan organisasi di masing-masing daerah.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PERSINAS ASAD Jambi menegaskan komitmennya untuk terus berkembang menjadi organisasi pencak silat yang adaptif, profesional dalam tata kelola, serta konsisten dalam melestarikan nilai-nilai luhur budaya bangsa. Sinergi antara pengurus provinsi dan kabupaten/kota yang terbangun diharapkan mampu melahirkan program-program unggulan yang berdampak nyata bagi pembinaan atlet dan pengembangan pencak silat di Jambi.*


