Kota Jambi – Suasana Padepokan Pelita, Kota Jambi, tampak berbeda dari biasanya pada Minggu malam. Di tempat itu, puluhan Pengurus Perguruan Pencak Silat Nasional ASAD (PERSINAS ASAD) se-Kecamatan Jambi Timur berkumpul, bukan hanya untuk menggerakkan otot, tetapi juga menguatkan ikatan persaudaraan. Mereka menggelar Latihan Bersama (Latber) yang dikemas dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kesehatan.
Kegiatan yang berlangsung lancar sejak pukul 20.00 WIB ini diikuti oleh seluruh pengurus dan warga ASAD dari berbagai Kelurahan di Jambi Timur. Latber rutin yang digagas Pengurus Kecamatan PERSINAS ASAD Jambi Timur ini memiliki tiga tujuan utama yang digarisbawahi dengan tegas: meningkatkan persaudaraan, menjalin silaturahmi, dan yang tak kalah penting adalah Usaha Tetap Sehat (UTS). Di sela-sela gerakan khas ASAD, tawa dan sapaan hangat lebih sering terdengar dibandingkan teriakan keras.
Pembina PERSINAS ASAD Jambi Timur, H. Sukat, yang hadir langsung memantau jalannya latihan, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang rutin, melainkan kewajiban moral untuk terus mempersatukan warga ASAD.
"Ini adalah pertemuan rutin setiap bulan. Saya tegaskan kepada setiap pengurus, harus mempersungguh untuk hadir. Jangan sampai kesibukan duniawi membuat kita lupa pada kewajiban latihan. Kegiatan ini adalah energi kita bersama," ujar H. Sukat di sela-sela memandu barisan peserta.
Latihan kali ini dipandu langsung oleh tiga pendekar sabuk merah, yakni Yasha, Budi Riwayanto, dan Ilham Ainu Rofiq. Mereka bergantian mengajarkan teknik dasar hingga aplikasi beladiri, namun tetap dengan pendekatan yang humanis dan penuh keakraban.
Salah satu peserta, Rofik, mengaku selalu menanti-nanti momen seperti ini. Baginya, latihan bersama bukan hanya tentang mengasah kemampuan fisik, melainkan tentang ruang untuk pulang ke keluarga besar.
"Ini momen bertemu dan kumpul bareng. Sayang sekali bila dilewatkan begitu saja. Di tengah rutinitas yang padat, hanya di sini saya bisa kembali merasakan solidaritas sejati. Badan sehat, hati pun nyaman," tutur Rofik dengan penuh semangat usai berlatih.
Dengan berakhirnya latber sekitar pukul 22.00 WIB, para peserta pulang dengan tubuh bugar dan tali persaudaraan yang kembali erat. Pengurus Kecamatan berencana untuk terus menggelar kegiatan serupa secara bergiliran di padepokan atau lokasi lain di wilayah Jambi Timur, sebagai bentuk komitmen menjaga warisan luhur beladiri sekaligus menjaga hati.*(ARS).

