Silaturahmi dan Strategi, H. Wahyudi dan H. Hasan Basri Harahap Ramaikan Munas XVI IPSI di Hotel Sultan
×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Silaturahmi dan Strategi, H. Wahyudi dan H. Hasan Basri Harahap Ramaikan Munas XVI IPSI di Hotel Sultan

Jumat, 10 April 2026 Last Updated 2026-04-10T01:33:20Z


Jakarta – Suasana kebersamaan dan semangat organisasi mewarnai gelaran Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) tahun 2026. Bertempat di Hotel Sultan, Jakarta, acara yang berlangsung sejak 9 hingga 12 April 2026 ini dihadiri oleh sejumlah pengurus provinsi, salah satunya dari Provinsi Jambi.


Berdasarkan surat Pengurus Besar IPSI Nomor 14/KH/03/2026, Kehadiran unsur pengurus IPSI Jambi menjadi perhatian. Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Jambi, H. Wahyudi, SE yang juga menjabat sebagai Sekretaris Provinsi (Sekprov) IPSI Jambi, tampak mendampingi Ketua Pengprov IPSI Jambi, Pelda (Purn.) H. Hasan Basri Harahap. Keduanya hadir memenuhi undangan guna membahas arah dan kebijakan organisasi pencak silat terbesar di Indonesia untuk periode mendatang.


Munas XVI IPSI ini menjadi momentum penting mengingat pencak silat tidak hanya dipandang sebagai olahraga bela diri, tetapi juga sebagai warisan budaya yang harus terus dilestarikan. Berbagai agenda seperti laporan pertanggungjawaban pengurus lama, pemilihan ketua umum baru, serta penetapan program kerja nasional dibahas secara mendalam.


Dalam kesempatan tersebut, H. Wahyudi menyampaikan dukungan penuh dari jajaran PERSINAS ASAD Jambi terhadap jalannya musyawarah. “Kami dari Pengprov PERSINAS ASAD Jambi sepenuhnya mendukung kesuksesan Munas XVI IPSI ini. Pencak silat adalah rumah bersama, dan musyawarah adalah cara terbaik untuk memastikan rumah itu kokoh. Kami berharap hasil Munas nanti membawa berkah bagi seluruh perguruan dan pesilat di tanah air,” ujar H. Wahyudi dengan tegas.



Senada dengan itu, Ketua Pengprov IPSI Jambi, Harahap, juga menekankan pentingnya soliditas dan kebersamaan dalam setiap pengambilan keputusan. “Munas ini bukan sekadar ajang seremonial. Ini adalah wadah kita menyamakan langkah. Saya mewakili pesilat Jambi ingin memastikan bahwa suara daerah didengar dan keputusan yang diambil benar-benar berpihak pada pengembangan silat di seluruh Indonesia. Semoga Munas berjalan lancar, aman, dan menghasilkan pemimpin yang amanah,” tuturnya dengan nada optimis.


Kehadiran tokoh-tokoh silat dari berbagai daerah turut menambah semarak acara. Hotel Sultan Jakarta sejak hari pertama telah dipenuhi oleh para pendekar, pelatih, dan pengurus IPSI dari sabang sampai merauke. Mereka tak hanya berdiskusi tentang organisasi, tetapi juga berbagi pengalaman dan teknik dalam memperkuat pencak silat sebagai cabang olahraga unggulan nasional.


Di sela-sela acara, sejumlah sesi temu ramah informal juga digelar, menciptakan suasana kekeluargaan yang kental. Bagi para peserta, momen seperti ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi yang mungkin sempat renggang karena kesibukan masing-masing.



Di balik hiruk-pikuk keputusan dan strategi, ada satu hal yang tak pernah pudar dari denyut nadi pencak silat, yakni persaudaraan. Dan di Hotel Sultan itu, untuk kesekian kalinya, para ksatria tanah air membuktikan bahwa meskipung langkah berbeda, tarian mereka tetap satu, mengalun harmoni demi kejayaan silat Indonesia. Dari Jambi untuk Indonesia, dari Munas untuk masa depan.

×
Berita Terbaru Update